Jakarta 19 Juli 2025- Kamu pernah kecewa sama diri sendiri ? Ekspektasi mu ga sesuai keinginanmu ? Jika iya, artikel ini cocok untuk kamu !
Kadang yang membuat kita kecewa bukan karena orang lain, tetapi semua itu berasal dari ekspektasimu sendiri. misalnya, ketika kita membantu orang lain dan kita berharap orang tersebut akan memperlakukan kita sama. eitssss tunggu dulu ? ga semua orang yang kita bantu membalas kebaikan kita.
Padahal, kita nggak bisa ngontrol bagaimana sikap orang lain kepada kita. dari pada tenggelam dengan pikiran kita sendiri lebih baik kitalah yang mengontrol ekspektasi diri sendiri.
Apa sih Ekspektasi ? Kenapa bisa semenyakitkan itu?
Ekspektasi adalah sebuah harapan. dan harapan itu manusiawi kok, terkadang kita lupa barapan tanpa batas seringkali jadi jebakan buat diri sendiri. Kita pengen hasilnya baik, hasilnya cepat, dapat pengakuan dari seseorang, ataupun balasan dari kebaikan yang kita lakukan. padahal semesta nggak selalu bekerja sesuai keinginan kita.
Saat kenyataan nggak sesuai ekspektasi, kekecewaan itu muncul. tapi yang paling menyakitkan adalah bukan penolakan orang lain, melainkan saat kita merasa ditolak oleh semesta setelah berjuang habis-habisan.
Lalu apa aja contoh ekspektasi yang bikin kecewa ?
Misalnya kita sudah bantu teman, tapi malah dia lupa sama kebaikan kita, sudah berdoa siang malam, tapi belum terkabul juga. ini sih yang paling serem kecewa sama Allah SWT.
Padahal kita sering berpikir “Aku udah ngasih yang terbaik. ko gini ya hasilnya ?”
Lalu kenapa kita sering terjebak dengan ekspektasi dan kekecewaan diri sendiri ?
Baiklah mimin kasih tau nih
1. Kamu terlalu fokus sama hasil, bukan proses
Kita ingin semua yang kita lakukan serba cepat. padahal setiap proses yang kita lakukan punya waktunya sendiri. Soo buat apa kamu kesal sama hasil yang ga sesuai ?
2.Kurangnya kehadiran Allah SWT dalam setiap proses hidupmu
Harapan yang hanya berlandaskan pada makhluk sering berakhir sakit. tapi jika kita bersandar ke Allah, kecewanya bisa berubah jadi sebuah pelajaran hidup.
3. Sering membandingkan hidup dengan orang lain
Dengan adanya sosial media kadang membuat kita merasa jauh tertinggal, padahal yang kita lihat cuma hasilnya saja, bukan perjuangan orang tersebut. misalnya “Wah keren banget dia semuda itu hidupnya sempurna. terus aku kapan bisa kaya dia ?” nah ini yang bahaya banget, kenapa ? sudah jelas dia tertinggal tapi masih saja sibuk melihat pencapaian orang bukannya berbenah diri dan akhirnya semua usaha dia menjadi tidak berarti karena hanya terpatok pada pencapaian orang lain.
Terus, kita harus gimana dong ?
1. Belajar ikhlas tanpa harus menghapus harapan
artinya apa ? ikhlas itu bukan berarti tidak boleh berharap. tapi dengan ikhlas kita bisa belajar menerima hasil apapun dengan lapang dada.
2. Atur ulang Ekspektasi
Ubah mindset kamu kalau berharap sama makhluk itu ga selalu baik pasti ujungnya buruk.
3. Percaya proses sama Allah, bukan ekspektasi sendiri
Jika kita berharapnya sama Allah tuh beda rasanya, walau hasilnya nggak sesuai keinginan tapi bisa bikin lega. karena kita percaya, Allah punya rencana yang lebih keren.
Kecewa sama ekspektasi sendiri itu wajar. tapi jangan biarkan rasa kecewa itu membuatmu berhenti melangkah. Jangan kapok untuk berbuat baik ya. Daripada berlarut dalam kecewamu lebih baik sedekah di Pecinta Anak Yatim
