Apakah Anak Wajib Memberikan Uang Kepada Orang Tua ?

APAKAH ANAK WAJIB MEMBERIKAN UANG KEPADA ORANG TUA ?

Jakarta, 18 Juli 2025 – Semasa kecil sosok orang tua dalam hidup kita merupakan anugerah yang tak ternilai, bagaimana tidak, mereka rela mengorbankan semua demi anaknya. Dalam islam, penghormatan kita terhadap orang tua dianggap salah satu kewajiban yang paling besar pahalanya. 

Tapi, apakah kamu pernah terlintas dalam pikiran  tentang bagaimana cara membalas budi kepada mereka ? Apakah dengan cara mencukupi kehidupannya ? benar, ini salah satu niat baik akan tetapi apakah orang tua berhak menerima pemberian dari kita ? untuk dapat jawabannya Yuk simak artikel ini ! 

Sedekah kepada orang tua apakah wajib ?

Orang tua telah memberikan semua kasih sayang dan pengorbanan yang luar biasa dalam untuk kebahagian kita sebagai anaknya. namun. dalam islam bentuk penghormatan terhadap orang tua dianggap[ sebagai salah satu kewajiban yang paling utama. Allah SWT telah berfirman dalam surat Q.S Luqman (31 : 14) 

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ۝١٤

Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat kami) “Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu hanya kepada-ku (kamu) kembali.  

Maka, memberikan sedekah kepada orang tua merupakan sebuah bentuk dari penghormatan kita kepada orang tua. namun ketika kita memberikan sedekah kepada orang tua, kita tidak hanya membantu secara keuangan saja, akan tetapi memberikan mereka rasa dicintai, dihargai, dan dihormati.

Keutamaan memberikan sedekah kepada orang tua

Memberikan sedekah kepada orang tua dianggap sebagai salah satu amalan yang paling utama. Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadits, “ Tidaklah seorang hamba memperbanyak doa untuk kedua orang tuanya, kecuali Allah akan membukakan pintu – pintu rahmat baginya yang tak terhitung jumlah.” (HR.Muslim) 

Jika mendoakan saja dapat membuka pintu rahmat, apalagi memberikan sedekah yang nilainya bukan hanya soal materi, tapi juga niat tulus sebagai anak, memberikan sedekah kepada orang tua 

Jadi memberi sedekah kepada orang tua bukan hanya menjadi sekedar kewajiban, melainkan juga bentuk penghormatan dan kasih sayang kita kepada mereka.

Kamu ingin panen pahala lebih banyak lagi ? selain sedekah ke orang tua mu terpenuhi bisa juga loh kamu donasikan rezekimu ke Pecinta Anak Yatim 

Saran mimin lakuin ini 👇

https://donasi.pecintaanakyatim.org/  

Bahagiakan Orang Tua Kalian Di Hari Tuanya 

Jenis Zakat
Secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat Fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan.

Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No. 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta para ulama lainnya.

Jenis-jenis zakat mal meliputi :
Zakat Penghasilan (Profesi): Dikenakan atas pendapatan atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nisab zakat penghasilan setara dengan 85 gram emas. Tarif zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5% dari total penghasilan bruto. 

Zakat Emas dan Perak: Dikenakan atas kepemilikan emas, perak, dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab emas adalah 85 gram, sedangkan perak 595 gram. Tarif zakatnya sebesar 2,5%. 

Zakat Perniagaan: Dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul. Perhitungan zakat perniagaan didasarkan pada aset lancar dikurangi kewajiban, kemudian dikenakan tarif 2,5%. 

Zakat Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan: Dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan, dan hasil hutan pada saat panen. Nisabnya setara dengan 653 kg gabah. Tarif zakatnya 5% jika diairi dengan biaya sendiri dan 10% jika diairi dengan air hujan atau irigasi alami. 

Zakat Peternakan dan Perikanan: Dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab dan tarifnya berbeda-beda tergantung jenis ternak atau ikan yang dimiliki. 

Zakat Pertambangan: Dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab dan haul. Nisabnya setara dengan 85 gram emas, dengan tarif zakat sebesar 2,5%. 

Zakat Rikaz (Harta Temuan): Dikenakan atas harta temuan atau harta karun. Tarif zakatnya sebesar 20% tanpa syarat haul.

Syarat Zakat Mal dan Zakat Fitrah:

  1. Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
  2. Syarat harta yang dikenakan zakat mal sebagai berikut:
  3. Milik penuh
  4. Halal
  5. Cukup nisab
  6. Haul
  7. Hanya saja, syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.

Sedangkan untuk syarat zakat fitrah sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Hidup pada saat bulan ramadhan;
  3. Memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya idul fitri;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *