Keseruan X-PAYdisi Baduy 7: Menyusuri Sunyi, Menebar Kebaikan

Ekspedisi Baduy Relawan PAY | Pagi itu, udara di Cijahe terasa lembap dan sejuk. Kabut turun pelan, menutupi bukit-bukit hijau yang seakan masih terlelap. Di sanalah perjalanan kami dimulai—rombongan kecil berisi 33 orang relawan PAY & Do IT (Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta) bersiap menembus hutan menuju wilayah adat Baduy Banten.

Kami menyebutnya X-PAYdisi Baduy 7, misi sosial tahunan yang selalu jadi perjalanan penuh cerita. Bukan sekadar datang membawa bantuan, tapi datang dengan hati terbuka, untuk belajar tentang kehidupan dari mereka yang memilih hidup dalam kesederhanaan.


Tentang Suku Baduy yang “Mengasingkan Diri”

Suku Baduy itu sebenarnya satu, yaitu masyarakat yang memegang teguh adat kepu’unan dan kepercayaan Sunda Wiwitan. Tapi seiring waktu, ada kelompok yang mulai sedikit terbuka dengan budaya luar. Nah, itulah yang kemudian disebut Baduy Luar, sementara kelompok yang tetap hidup murni dalam adat disebut Baduy Dalam.

Bedanya sederhana. Baduy Dalam benar-benar menjaga keaslian hidup mereka—tidak pakai listrik, tidak naik kendaraan, tidak punya gadget. Sedangkan Baduy Luar sudah mulai bersentuhan dengan dunia modern, tapi tetap menghormati akar tradisinya.

Yang menarik, mereka bukan “suku terasing” seperti yang sering disalahpahami orang. Mereka hanya memilih menutup diri dari hal-hal yang dianggap bisa mengganggu keseimbangan hidup dan ajaran leluhur.

Relawan PAY & Do IT bersama warga Baduy
Relawan PAY & Do IT bersama Masyarakat Baduy

Tracking Tiga Jam, Menemukan Keheningan

Perjalanan kami dimulai dari jalur Cijahe. Jalannya menanjak, berliku, dan di beberapa titik harus melewati sungai kecil. Butuh waktu sekitar tiga jam untuk sampai ke Baduy Dalam. Tapi rasa lelah sama sekali tidak terasa, karena pemandangan di sepanjang jalan benar-benar menenangkan.

Kami jalan santai sambil sesekali bercanda. Ada yang terpeleset sedikit, ada yang sibuk foto-foto sebelum masuk ke area tanpa sinyal. Begitu sampai di Desa Cibeo, semua rasa capek langsung hilang.

Rumah-rumah panggung dari bambu berdiri rapi. Suara ayam berkokok, anak-anak berlari tanpa alas kaki, dan udara segar tanpa polusi—semuanya membuat kami seperti sedang mundur ke masa lalu, ke masa di mana hidup terasa lebih jujur.


Malam di Cibeo: Tanpa Sinyal, Tapi Penuh Kehangatan

Kami bermalam di Cibeo. Tidak ada listrik, tidak ada sinyal, tidak ada kamera. Semua alat elektronik disimpan, karena adat di sana melarang segala bentuk dokumentasi.

Awalnya agak canggung. Tapi begitu malam tiba dan hanya ada cahaya lentera, suasana berubah jadi hangat. Kami duduk melingkar, ngobrol dengan warga, tukar cerita tentang kehidupan. Tidak ada basa-basi, semua terasa tulus.

Salah satu hal yang paling kami ingat adalah cara mereka menyambut tamu. Meski aturan adat ketat, mereka sangat menghargai siapa pun yang datang dengan niat baik. Kami tetap menjalankan ibadah seperti biasa, menjaga adab, dan mengikuti aturan mereka—seperti tidak memakai sabun atau odol saat membersihkan diri di sungai.

Di malam itu kami sadar, kadang yang membuat hubungan antar manusia terasa dekat bukan teknologi, tapi keheningan yang dibagi bersama.


Kegiatan Sosial di Binong Raya

Awalnya kami berencana mengadakan kegiatan sosial di wilayah Baduy Dalam. Tapi karena alasan adat, acara akhirnya dipindahkan ke Binong Raya, daerah yang masih berdekatan dengan Baduy Luar.

PAY & Do IT berkolaborasi dengan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan Yayasan An Nur Insan Pembangkitan. Kegiatannya cukup lengkap: cek kesehatan, pengobatan gratis, dan pembagian sembako.

Sebanyak 150 kupon kami bagikan sebelumnya. Dari pagi, warga sudah mulai berdatangan. Ada yang datang berjalan kaki dari jauh, ada yang membawa anak-anak mereka. Suasana ramai tapi tetap tertib. Anak-anak terlihat gembira, orang tua bersyukur.

“Sudah lama tidak diperiksa dokter,” kata seorang ibu sambil tersenyum. “Senang sekali ada yang datang ke kampung kami.”

Buat kami, kalimat sederhana itu sudah cukup membayar semua lelah. Ekspedisi Baduy Relawan PAY


Anak-Anak Baduy: Belajar Tanpa Sekolah

Sambil menunggu giliran pemeriksaan, sebagian relawan mengajak anak-anak bermain. Kami buat permainan kecil: tebak gambar, lomba mewarnai, dan beberapa games seru lainnya.

Anak-anak Baduy tidak bersekolah formal seperti anak-anak di kota. Mereka belajar dari alam dan orang tua. Semua pengetahuan mereka disampaikan lewat lisan—cerita, petuah, dan contoh hidup sehari-hari. Tidak ada buku, tidak ada papan tulis, tapi cara mereka menyerap pelajaran sangat luar biasa.

Salah satu relawan sempat bilang, “Mereka mungkin tidak bisa baca buku, tapi mereka bisa baca alam dan hati manusia.”
Dan kami semua mengangguk setuju.

Kegiatan Sosial PAY & Do IT di Baduy Banten
Kegiatan Sosial PAY & Do IT di Baduy Banten

Waktu Pulang yang Penuh Rasa Syukur

Sore menjelang, kegiatan selesai. Kami berkemas, berpamitan dengan warga. Tidak ada pelukan panjang atau perpisahan dramatis, hanya saling tersenyum dan ucapan sederhana: “Hatur nuhun.”

Dalam perjalanan pulang, hujan sempat turun rintik-rintik. Jalanan becek, tapi hati terasa hangat. Setiap langkah seperti meninggalkan jejak syukur. Ekspedisi Baduy Relawan PAY

“Kita datang membawa bantuan, tapi yang kita dapat jauh lebih besar,” kata Kak Tika, Direktur Program PAY & Do IT. “Kita belajar banyak dari mereka—tentang hidup yang tidak rumit, tentang kebahagiaan yang sederhana.”


Tentang PAY & Do IT

PAY & Do IT lahir dari satu hal sederhana: kepedulian.
Gerakan ini dimulai oleh Bangzar (Nur Juli Zar) pada tahun 2008 dan kini diteruskan oleh para anak-anak muda dibawah koordinasi kak Tika (Chyntiarama Fajriyantika). Awalnya hanya lewat unggahan di media sosial tentang anak yatim dan dhuafa yang biasa disebut Laskar Langit, tapi dari sana lahir komunitas yang kini tumbuh menjadi gerakan sosial nasional.

PAY bukan lembaga besar, tapi komunitas yang hidup dari keikhlasan. Tidak ada birokrasi berlapis. Siapa pun bisa ikut bergerak, ikut berbagi, ikut membuat anak-anak yatim dan dhuafa tersenyum.

Tagline-nya sederhana, tapi bermakna: “Sahabat Berbagi Tanpa Birokrasi.”
Karena di PAY, berbagi itu bukan soal siapa yang punya lebih banyak, tapi siapa yang lebih tulus.


Kisah yang Tidak Akan Dilupakan

Perjalanan X-PAYdisi Baduy 7 bukan sekadar aksi sosial. Bagi kami, ini perjalanan batin. Kami datang membawa sembako dan obat-obatan, tapi pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: kesadaran bahwa kebaikan itu sederhana, asal dilakukan dengan hati.

Kami melihat langsung bagaimana warga Baduy menjaga alam tanpa teori, bagaimana mereka hidup damai tanpa teknologi, dan bagaimana mereka tetap bahagia tanpa kemewahan.

Dari mereka kami belajar bahwa berbagi tidak harus selalu besar. Satu senyum, satu genggaman tangan, satu langkah kecil—semuanya bisa jadi awal dari perubahan besar.


Mari Jadi Bagian dari Cerita Kebaikan Ini

PAY & Do IT sudah berjalan sejak 2008, dan setiap tahunnya terus bergerak ke berbagai tempat. Dari kota hingga pelosok, dari panti yatim sampai kampung adat seperti Baduy. Semua dilakukan dengan semangat yang sama: berbagi tanpa birokrasi.

Tapi gerakan ini tidak akan bertahan tanpa dukungan banyak hati.
Karena setiap kegiatan PAY bukan hanya tentang relawan di lapangan, tapi juga tentang orang-orang yang mendukung dari jauh—yang menyisihkan rezeki, waktu, atau doa.

Kalau kamu membaca ini dan merasa ingin ikut berbuat sesuatu, sekecil apa pun itu, percayalah: kebaikanmu akan menemukan jalannya.


Dukung setiap kegiatan PAY & Do IT. Jadilah bagian dari sahabat berbagi yang membuat mereka tersenyum.
Karena di dunia yang sibuk dan penuh distraksi, kebaikan yang tulus adalah hal paling berharga yang bisa kita bagi.

Mau Ikutan Berbagi ?
KLIK Rekening Donasi PAY


PAY & Do IT
Sahabat Berbagi Tanpa Birokrasi
Buat Mereka Tersenyum

Relawan Xpaydisi Baduy PAY & Do IT
Relawan Xpaydisi Baduy PAY & Do IT Tampak Sangat Bahagia

Section Title

Menghalau Dingin di Gaza: Kolaborasi SMART171 dan Yayasan Pecinta Anak Yatim

GAZA, DESEMBER 2025 – Musim dingin bagi sebagian orang mungkin berarti suasana syahdu, namun bagi saudara-saudara kita di Palestina, ia datang sebagai ujian ketahanan fisik yang luar biasa. Di tengah...

Kolaborasi Kebaikan untuk Aceh

Kondisi di Lapangan: Dingin, Lapar, dan Serba Terbatas Saat ini, ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka tidur berdesakan, menahan dinginnya malam tanpa perlengkapan yang...

Melalui program Bagi Mimpi 2025, PAY & DOiT hadir untuk berbagi inspirasi

Menjemput Harapan di Rumah Cahaya, Catatan Perjalanan “Bagi Mimpi 2025” Ada sebuah keyakinan sederhana yang kami pegang teguh: bahwa setiap hidup manusia itu bermakna. Tak peduli siapa...

Cerita Tim PAY&DoIT di Pasar Kolaboraya 2025

Kolaboraya atau “Kolaborasi Raya” Pasar Kolaboraya 2025 adalah laboratorium kolaborasi, festival ide, dan ruang transformatif.  Acara ini dirancang sebagai ruang liminal sebuah ruang...

JEMPUT di JAKARTA Tempat Donasi Pakaian Baju dan Barang Bekas Layak Pakai

🧥 Tempat Donasi Pakaian, Baju, dan Barang Bekas di Jakarta — Siap Jemput ke Rumah Anda Tempat Donasi Barang Bekas | Ada banyak cara untuk berbuat baik, tapi yang paling sederhana sering kali paling...

PAY Bagikan Ratusan Paket Peralatan Sekolah & Sembako Bagi Anak Yatim Dhuafa di Sukabumi Jawa Barat

Senyum Haru di Pelosok Sukabumi: Kisah Inspiratif PAYduli Pelosok & Wakaf Pesantren Pagi itu, suasana Desa Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi Jawa Barat, dipenuhi tawa ceria yang tak terhingga. Di sana...

PENGUMUMAN RELAWAN Bukber Akbar PAY Super Camp 2026 TERPILIH

“Dari Relawan, Untuk Perubahan.Dari Kita, Untuk Kebaikan yang Tak Berhenti.” Alhamdulillahirabbil’alaminPerjalanan panjang menuju Bukber Akbar PAY SuperCamp2026 akhirnya sampai di momen yang paling...

Tempat Donasi Mainan Bekas Anak di Jakarta

🎁  Yayasan PAY & Do IT Siap Jemput ke Rumah Anda! Tempat Donasi Mainan Anak | Mainan mungkin terlihat sepele. Tapi di tangan yang tepat, mainan bisa menjadi sumber kebahagiaan, semangat belajar...

Open Recruitment Relawan Bukber Akbar PAY 2026

🌙 “Satu Malam Bersama, Sejuta Kebaikan Terpancar” Ramadhan selalu punya cara sendiri untuk mengetuk hati manusia.Bulan yang penuh ampunan dan keberkahan ini bukan sekadar waktu untuk berpuasa, tapi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *